Menjadi Pemimpin Pembelajaran Calon Guru Penggerak mendapat Pendidikan yang berkualitas

Menjadi Pemimpin Pembelajaran Calon Guru Penggerak mendapat Pendidikan yang berkualitasby Tabloid Pendidikan Onlineon.Menjadi Pemimpin Pembelajaran Calon Guru Penggerak mendapat Pendidikan yang berkualitasOleh Nurhayati Fauziah, S.Pd.I, S.Pd Artikel,Tabloid Pendidikan – Menjadi Calon Guru Penggerak tidaklah mudah, guru harus mengikuti seleksi Program Guru Penggerak dengan kriteria seleksi kompetensi dasar yang harus di miliki guru diantaranya dapat menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid, memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan, memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok, memiliki daya juang […]

Oleh Nurhayati Fauziah, S.Pd.I, S.Pd

Artikel,Tabloid Pendidikan – Menjadi Calon Guru Penggerak tidaklah mudah, guru harus mengikuti seleksi Program Guru Penggerak dengan kriteria seleksi kompetensi dasar yang harus di miliki guru diantaranya dapat menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid, memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan, memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok, memiliki daya juang (resilience) yang tinggi, memiliki kompetensi kepemimpinan dan bertindak mandiri, memiliki kemampuan untuk belajar hal baru, terbuka pada umpan balik, dan terus memperbaiki diri, memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif dan memiliki pengalaman mengembangkan orang lain, memiliki kedewasaan emosi dan berperilaku sesuai kode etik.

Nurhayati Fauziah, S.Pd.I, S.Pd”….Bukan main- main program guru penggerak ini, ini adalah program pilot yang mengutamakan kualitas proses dan dampak pendidikan bagi peserta program..”

Dengan menjalani 2 tahap seleksi, salah satunya tes bakat skolastik, tes mengajar dan wawancara seputar kompetensi yang dimiliki serta peran aktif di lingkungan sekolahnya.  Setelah lulus calon guru penggerak akan mendapatkan Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan dan pengembangan kompetensi dalam Lokakarya Bersama, peningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid, pengalaman belajar mandiri dan kelompok terbimbing, terstuktur, dan menyenangkan, pengalaman belajar bersama dengan rekan guru lain yang sama-sama lolos seleksi program guru penggerak, pengalaman mendapatkan bimbingan/mentoring dari pengajar praktik (pendamping) pendidikan guru penggerak, mendapatkan komunitas belajar baru, mendapatkan sertifikat piagam Guru Penggerak yang menempuh pendidikan selama 306 Jam pelajaran.

Selama 9 bulan ini materi yang di godog dengan apik terdiri dari : Paradigma dan Visi Guru Penggerak yang membahas tentang Refleksi Filosofi Pendidikan Indonesia – Ki Hajar Dewantara, Nilai-nilai dan peran Guru Penggerak, Visi Guru Penggerak, membangun budaya positif di sekolah, juga Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid yang membahas tentang pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran emosional dan sosial dan coaching serta materi tentang Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah yang membahas tentang Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid juga terdapat Konferensi  sebagai selebrasi, refleksi, kolaborasi dan aksi diantaranya pelatihan menjadi fasilitator kelompok dan fasilitator perubahan, mengevaluasi proses mentoring bersama mentor dan mempersiapkan rencana berbagi praktik baik.

Pada setiap materi guru penggerak tidak hanya menyelesaikan pada LMS (learning management system) saja melainkan menggunakan alur belajar MERDEKA, MERDEKA sendiri bukan merdeka dalam arti bebas melainkan akronim dari :

M = Mulai dari diri sendiri,

E = Eksplorasi konsep,

R = Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing,

D = Demonstrasi Kontekstual,

E = Elaborasi Pemahaman,

K = Koneksi Antar Materi,

A = Aksi Nyata.

Dan itu semua hanya bernilai 30%, sisanya 70% nilai nya berasal dari penilaian pendamping yang mengunjungi para calon Guru penggerak setiap bulannya untuk memonitoring yang telah dilakukan calon guru penggerak dalam pengimbasan terhadap rekan guru, kepala sekolah  di sekolah CGP tersebut berasal untuk mengembangkan pendidik lainnya dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem Pendidikan. Serta kepada muridnya sendiri supaya dapat mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Bukan main- main program guru penggerak ini, ini adalah program pilot yang mengutamakan kualitas proses dan dampak pendidikan bagi peserta program. Pelaksanaan program akan terus dikaji dan dianalisis untuk peningkatan pelaksanaan program angkatan berikutnya.

Sangat luar biasa sekali program Pendidikan guru penggerak ini, dan ini merupakan bekal yang sangat mumpuni untuk menjadi sang pemimpin pendidikan yang akan mencetak para generasi unggul Indonesia.

Oleh Nurhayati Fauziah, S.Pd.I, S.Pd.

SDN 1 Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul – Garut

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.