UNESCO: 260 Juta Anak di Dunia Putus Sekolah, Kebanyakan Usia SMA

UNESCO: 260 Juta Anak di Dunia Putus Sekolah, Kebanyakan Usia SMAby Tabloid Pendidikan Onlineon.UNESCO: 260 Juta Anak di Dunia Putus Sekolah, Kebanyakan Usia SMAParis, TabloidPendidikan.Com  – Semakin majunya fasilitas maupun metode pendidikan ternyata tidak bisa dinikmati oleh semua anak di dunia. Badan PBB yang membawahi pendidikan, sains, dan kebudayaan ( UNESCO) merilis setidaknya ada 260 juta di Bumi ini tidak bisa bersekolah. Temuan itu didapat setelah Institut Statistik UNESCO, berkolaborasi dengan Pengawas Pendidikan Global (GEM Report) mengambil sampel […]

lbqd53p4

Paris, TabloidPendidikan.Com  – Semakin majunya fasilitas maupun metode pendidikan ternyata tidak bisa dinikmati oleh semua anak di dunia.

Siswa Putus Sekolah

Siswa Putus Sekolah

Badan PBB yang membawahi pendidikan, sains, dan kebudayaan ( UNESCO) merilis setidaknya ada 260 juta di Bumi ini tidak bisa bersekolah.

Temuan itu didapat setelah Institut Statistik UNESCO, berkolaborasi dengan Pengawas Pendidikan Global (GEM Report) mengambil sampel dari 128 negara dalam kurun 2010-2015.

Data itu diambil sebagai bagian dari program UNESCO berjudul “Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030”.

Dari 260 juta anak yang tidak bersekolah, 61 juta diantaranya berada pada usia awal bersekolah (SD) (6-11 tahun).

Kemudian 60 juta anak di umur sekolah menengah pertama (SMP) (12-14 tahun). Sisanya, 142 juta, berada dalam usia sekolah menengah lanjutan (SMA) (15-17 tahun).

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, menyebut banyaknya usia muda yang putus sekolah merupakan kegagalan dunia pendidikan saat ini.

“Kita harus mengatasinya bersama. Sebab, pendidikan adalah usaha bersama, dan hanya bisa didapat lewat usaha berkelanjutan,” kata Bokova dilansir dari Al Jazeera.

Bokova melanjutkan, berdasarkan laporan yang dia terima, jika dirata-rata, hanya satu dari empat orang di seluruh dunai yang menamatkan pendidikan menengahnya di 40 negara.

Sementara di 60 negara, hanya satu dari dua anak yang setidaknya mengenyam bangku SMP.

“Mekanisme yang bagus harus segera dibuat, dengan pemerintah menjadi ujung tombak pertama agar setiap warga bisa mendapatkan hak pendidikan,” ujar Bokova.

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.