Mengkaji Cerpen Berdasarkan Teori Psikoanalisa

Mengkaji Cerpen Berdasarkan Teori Psikoanalisaby Tabloid Pendidikan Onlineon.Mengkaji Cerpen Berdasarkan Teori PsikoanalisaArtikel,TabloidPendidikan.Com – Seto, seorang pemuda yang gemar sekali makan roti tawar yang ditaburi selai kacang dan minum kopi pahit. Pemuda ini hidup penuh dengan kegelisahan, ketidakpastian. Bekerja disatu tempat ke tempat lain guna untuk meninggalkan kenangan-kenangan pahit yang dia alami. Kegagalan , kekecewaaan, sakit hati ia rasakan dengan gadis-gadis yang pernah ia cintai. Hingga pada […]

lbqd53p4

Artikel,TabloidPendidikan.Com – Seto, seorang pemuda yang gemar sekali makan roti tawar yang ditaburi selai kacang dan minum kopi pahit. Pemuda ini hidup penuh dengan kegelisahan, ketidakpastian. Bekerja disatu tempat ke tempat lain guna untuk meninggalkan kenangan-kenangan pahit yang dia alami. Kegagalan , kekecewaaan, sakit hati ia rasakan dengan gadis-gadis yang pernah ia cintai. Hingga pada akhirnya ia menemukan seorang gadis, yang katanya gemar makan roti tawar yang berlabur selai kacang. Karena kesamaan itulah, seto menganggap gadis itu tepat baginya. Kekecewaan kembali mendera seto, ternyata belum tentu mempunyai satu kesamaan berarti mempunyai satu rasa yaitu saling mencintai.

Istilah Psikoanalisa merupakan pandangan baru tentang manusia....Dr.Indah Khatulistiowati,M Pd.

Istilah Psikoanalisa merupakan pandangan baru tentang manusia….Dr.Indah Khatulistiowati,M Pd.*

Istilah Psikoanalisa diciptakan oleh Sigmud Freud tahun 1896. Istilah tersebut merupakan suatu pandangan baru tentang manusia, dalam hal ini ketidak sadaran memainkan peranan sentral.

Psikoanalisa digunakan dalam tiga hal :

  1. Untuk menunjukkan suatu metode penelitian terhadap proses-proses psikis
  2. Untuk mengobati gangguan-gangguan psikis yang dialami pasien-pasien neutoris
  3. Untuk menunjukkan seluruh pengetahuan psikologis yang diperoleh melalui metode dan teknik tersebut di atas.

Berkaitan dengan hal tersebut, susunan kepribadian terdiri atas tiga system penting yaitu Id, ego dan super ego.

Id (alam bawah sadar atau prinsip kesenangan), seto tokoh cerpen Roti Tawar, mempunyai kesenangan yang sangat berlebihan. Memakan roti tawar, suatu kegemaran yang betul-betul membuat hidupnya nyaman dan benar-benar ketergantungan. Ini membuktikan kepribadian Seto dari kecil telah di isi dengan kesenangan yang sangat dengan roti tawar. Berikut cuplikan yang terdapat dalam cerpen :

…atau karena memergoki alasan yang kurang masuk akal? Atau hanya ingin terpingkal lantaran sejak kecil aku begitu menyukai roti tawar?(P:25, Hal : 113)

Dari kutipan tersebut, kegemaran atau kesenangan Seto terhadap roti tawar merupakan kesenangan yang di luar batas. Sehingga hamper tiap pagi, roti tawar merupakan bagian dalam hidupnya.

Id, mempunyai fungsi untuk menusahakan segera tersalurkannya perasaan menghindari ketegangan, id dapat dikatakan sebagai sumber primer dari energy rohaniah dari tempat berkumpul naluri-naluri. Id pada diri manusia hanya didorong oleh satu pertimbangan yaitu mencapai kepuasan bagi keinginan nalurinya. Berikut cuplikannya:

…pada waktu sepuluh, saat perut belum sepenuhnya lapar, biasanya aku tergoda ntuk membuka bekal dan menggigit roti tawar itu dengan perasaan iseng” (P:2, Hal 107)

…aku akan membawa bekal dan menunggu hingga pukul sepuluh. Menunggu mataku (bukan perutku) tergoda untuk menggigit roti tawaarku…(P:12, hal:110)

…sampai seorang pramuniaga mengambilkan roti tawar kegemarankua. (P:45, hal:110)

Cuplikan itu membuktikan , Id Seto begitu besar dalam memenuhi kesenangannya, tanpa mempertimbangkan untuk mencapai kepuasan bagi keinginan naluri.

Menurut Simund Freud, manusia juga mampu mengalami kecemasan. Rasa tidak tentram dihati, merasa khawatir, cemas, dan sebagainya.

Kecemasan menurut Simund Freud ada 3 yaitu (a) kecemasan kenyataan, (b) kecemasan Neurotik, dan (c) kecemasan Moral.

Kecemasan obyektif sangat umum terjadi pada diri manusia, seperti yang terjadi pada diri Seto tokoh Cerpen Roti Tawar.

Sepanjang perjalanan, banyak hal melintas di kepala. Ingatan yang berlompatan, mendesak untuk tampil diruang benakku…(P:28, Hal:114)

…, aku punya pikiran kerdil untuk segera melarikan diri. Itulah yang kulakukan… (p:34, Hal 116)

Kini aku melambatkan mobil, memasuki halaman parkir gedung kantor. Hatiku mulai berdebar. Aku merencanakan sesuatu pada pukul sepuluh nanti. (P:36, Hal:117)

Sementara yang kutunggu dengan perasaan berdebar tak kunjung tiba. Nila tidak menoleh sama sekali ke arahku. (P:45, Hal:120)

Dalam perjalanan pulang ada yang kurasakan hilang. Tapi seperti biasa aku tetap singgah di took roti..(P:45, Hal:120)

Aku pun mandi dengan perasaan ngungun. Ibu masih di meja makan begitu aku selesai meja makan begitu aku selesai mengenakan baju rumah. (P:47, Hal:120)

Cuplikan- cuplikan cerita Cerpen Roti Tawar, tokoh Seto mengalami kegelisahan yang benar-benar dan meresahkan dan mencemaskan dirinya. Kegelisahan yang mengusik kedamaian, dengan mudah seto menepis dengan melampiaskan kegemarannya memakan roti tawar.

Bukan hanya kegelisahan yang menghiasi kehidupannya. Seto juga merasakan ketidak pastian. Inilah yang menjadikan faktor kehidupan Seto seperti tak berarti.

Dari jauh aku melihat Nila menggenakan blouse warna ungu muda ditutup blazer dan pada lehernya tersembul scraf. Warna yang mengganggu perasaan… (P:51, Hal:117)

Kata ‘tawar’ boleh jadi membuat perasaan selalu tawar-menawar. Kata ‘tawar’ menyebabkan segala yang kulakukan berada dalam keragu-raguan: selalu dalam keadaan tawar-menawar. (P: 51, Hal:121)

Ketidakpastian dihati Seto, membuat ia menjadi orang yang selalu menanyakan pada orang lain kebenaran yang ada. Ketidakpastian terjadi karena mentalnya terganggu, tidak dapat berpikir teratur., logis atau mengambil kesimpulan.

Kegelisahan, ketidakpastian, perasaan itu oleh Seto dapat dikalahkan oleh Id yang sangat kuat dalam dirinya, untuk mencapai kepuasan diri. Sehingga antara emosi dan Id mampu di kompensasikan dengan roti tawar sebagai filter dalam menjalani hidup. Roti tawar, itulah yang membantu Seto untuk menetralisir hidupnya menjadi untuk berpikir dalam bertindak. [Adi]

*) Penulis adalah dosen di beberapa Perguruan Tinggi di Surabaya dan Ahli Sastra Bahasa Indonesia.

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.