SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SARANA REPRESENTATIF PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU

SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SARANA REPRESENTATIF PEMBINAAN PROFESIONALISME GURUby Tabloid Pendidikan Onlineon.SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SARANA REPRESENTATIF PEMBINAAN PROFESIONALISME GURUOleh : Yeyen, S.Pd, MM. Artikel,Tabloid Pendidikan – Salah satu Kompetensi yang harus dimiliki dan menjadi tugas-tanggung jawab Kepala Sekolah adalah kompetensi supervisi, yaitu kemampuan melakukan bimbingan kepada guru untuk meningkatkan profesionalisme guru. Disinilah Kepala Sekolah berperan sebagai Supervisor. Jabatan Supervisor adalah jabatan yang otomatis melekat berfungsi memberi bantuan dalam menstimulasi dan mengevaluasi kinerja guru-guru kearah […]

lbqd53p4

Oleh : Yeyen, S.Pd, MM.

Artikel,Tabloid Pendidikan – Salah satu Kompetensi yang harus dimiliki dan menjadi tugas-tanggung jawab Kepala Sekolah adalah kompetensi supervisi, yaitu kemampuan melakukan bimbingan kepada guru untuk meningkatkan profesionalisme guru. Disinilah Kepala Sekolah berperan sebagai Supervisor. Jabatan Supervisor adalah jabatan yang otomatis melekat berfungsi memberi bantuan dalam menstimulasi dan mengevaluasi kinerja guru-guru kearah yang lebih baik dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan, juga merupakan upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesionalisme  guru sehingga guru-guru lebih menyadari,  memahami kebutuhan dan kesulitan-kesulitan siswa untuk selanjutnya  memberikan bantuan mengatasi masalah yang dihadapi, memperbesar kesediaan untuk saling tolong-menolong, memperbesar kesadaran guru-guru terhadap tata kerja yang demokratis, kooperatif memperlengkapi dan mempersiapkan siswa menjadi anggota masyarakat yang efektif, tentunya hal ini tidak boleh terlepas dari peran Kepala sekolah sebagai  Supervisor  dalam memantau kinerja guru dalam penyusunan program semester, penyusunan rencana pembelajaran, penyusunan rencana harian, program dan pelaksanaan evaluasi, kumpulan soal, buku pekerjaan siswa, buku daftar nilai, buku analisis hasil evaluasi, buku program perbaikan dan pengayaan, buku program Bimbingan dan Konseling serta buku pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.

"Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina secara berkesinambungan, rutin dan terjadwal  "Yeyen, S.Pd, MM.

“Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina secara berkesinambungan, rutin dan terjadwal “Ungkap Yeyen, S.Pd, MM.

Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina secara berkesinambungan, rutin dan terjadwal. Peningkatan mutu dan profesionalisme guru dalam kinerjanya sangat berkaitan erat dengan efektifitas pelayanan supervisi. Menjadi suatu  keharusan kegiatan supervisi mendorong  guru untuk meningkatkan kualitasnya dalam berbagai kompetensi baik kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional maupun sosial dalam ranah aktualisasi kebijakan pendidikan.  Guru yang profesional harus memiliki pengalaman mengajar, kapasitas intelektual, moral, keimanan, ketaqwaan, disiplin, tanggungjawab, wawasan kependidikan yang luas, kemampuan manajerial, trampil, kreatif, memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi, karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum. Supervisi pendidikan merupakan satu-satunya sarana representatif yang dapat dijadikan sarana pembinaan dan evaluasi terhadap profesionalisme guru.  Hasil pelaksanaan supervisi tidak dapat diukur dan dilihat dalam waktu singkat, perlu adanya evaluasi terhadap program supervisi,  evaluasi yang baik berpegang pada prinsip-prinsip obyektif, kooperatif, integral dan kontinue, komprehensif sehingga dapat membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Guru adalah sebuah profesi yang dalam menjalankan tugas profesinya dituntut  profesional dalam  mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etis. Profesionalisme menjadi tuntutan setiap pekerjaan karena  profesi guru yang sehari-hari menangani makhluk hidup yaitu peserta didik atau siswa dengan berbagai karakteristik yang masing-masing individu berbeda. Guru profesional adalah mereka yang memiliki kemampuan profesional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik.

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.