Siswa Ancam Pidanakan Guru

Siswa Ancam Pidanakan Guruby Tabloid Pendidikan Onlineon.Siswa Ancam Pidanakan GuruKediri,TabloidPendidikan.Com  – Dunia pendidikan mulai dikotori lagi dengan ulah siswa bersama orang tua siswa yang merasa  menang sendiri,perintah guru tak pernah dilaksanakan,cemoohan pada guru juga sering dilontarkan,seakan tahu akan kelemahan guru.Apa ini namanya dunia pendidikan yang memberi kebebasan pada siswa dan orang tua murid main hakim sendiri.Guru tidak akan pernah menghukum guru dalam menjalankan tugasnya.Apapun […]

lbqd53p4

Kediri,TabloidPendidikan.Com  – Dunia pendidikan mulai dikotori lagi dengan ulah siswa bersama orang tua siswa yang merasa  menang sendiri,perintah guru tak pernah dilaksanakan,cemoohan pada guru juga sering dilontarkan,seakan tahu akan kelemahan guru.Apa ini namanya dunia pendidikan yang memberi kebebasan pada siswa dan orang tua murid main hakim sendiri.Guru tidak akan pernah menghukum guru dalam menjalankan tugasnya.Apapun yang dilakukan guru semua didasari dengan rasa kasih sayang agar siswa didiknya untuk menjadi lebih baik.Namun semua yang dilakukan guru saat melakukan proses belajar mengajar melakukan hukuman atau tindakan semua itu demi baiknya siswa didik.”Jika tidak mau anaknya dididik dan dimarai guru atau ditegur guru,silahkan diajar sendiri,dikasih raport sendiri dan diberi ijasah sendiri” itu kalimat yang sering muncul dari guru karena kejengkalan guru yang mana punya kesalahan sedikit selalu dibawa ke jalur hukum.

Andik Suherman guru di SMPN 1 Ngasem kabupaten Kediri merupakan salah satu korban dari ulah siswanya sehingga orang tuanya melaporkan pada polisi karena merasa anaknya disakiti saat melakukan proses belajar mengajar.Menurut pengakuan guru tersebut kejadian sudah hampir tiga bulan yang lalu sekitar bulan Nopember 2017.Dan kejadian itu sebenarnya tidak seberapa yang dilakukan guru hanya memberi peringatan pada siswa didik.Pada saat penilaian teman sejawat,tugas siswa menilai,setelah ditanya guru jawabnya selalu berkata ”Embuhh…ndak tahu .ndak mauu..”.Apakah ucapan siswa seperti ini di dunia pendidikan harus dibiarkan .

“Trus spontan saya tegur dengan kaki yang jaraknya dekat tidak ada satu meter dan hanya sekal.itupun tidak ada cedera,atau kesakitan yang berarti jg tidak ada fisum” uangkap Andik Suherman saat dihub melalui telpon.Dengan kejadian itu siswa ancam dilaporkan pada orang tuanya.

Setelah kejadian itu,siswa benar melaporkan kepada orang tuanya sehingga ada perselisihan dengan guru tersebut.Tetapi sudah selesai dimusyawarahkan secara kekeluargaan di rumah siswa tersebut dengan didampingi oleh Drs Sutikno,MPd selaku Kepala Sekoalah SMPN 1 Ngasem Kabupaten Kediri.

Kepolisian Resort Kediri Nomor B 135/1/2018/Satreskrim Perihal Wawancara/klarifikasi terhadap Andik Suherman tanggal 5 Februari 2018  pukul 09.00 wib tempat ruang Unit Pidum R-3 Satreskrim Polres Kediri,tentang laporan Polisi  Nomor  K/LP/173/XI/2017 JATIM/RES tanggal 8 Nopember 2017 tentang dugaan tindak pidana setiap orang dilarang menempatkan,membiarkan,melakukan,menyuruh melakukan  atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang diatur dan diancam dalam pasal 80 ayat(1) UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.Tanggal Pare,.Januari 2018.

“Dengan kejadian seperti ini,membuat kami merasa takut dalam mengajar,karena kami takut salah dan takut dilaporkan kepolisi oleh orang tua siswa.Kenapa semua ini tidak dilakukan secara kekeluargaan dan kenapa harus dibawah ke ranah hukum.Apakah penyelsaian secara kekeluargaan tidak bisa menyelsaikan ?” Ungkap Asto Priyono ,S.Pd yang selalu mendukung dan memberi semangat Andik Suherman untuk menjalani kejadian seperti ini.

“Saya menyayangkan,kenapa hal seperti ini harus diselsaikan di kepolisian.Dengan cara kekeluargaan kan bisa” Ungkap Asto Priyono teman sejawat dari SMPN 3 Pare,Kediri

“Saya menyayangkan,kenapa hal seperti ini harus diselsaikan di kepolisian.Dengan cara kekeluargaan kan bisa” Ungkap Asto Priyono teman sejawat dari SMPN 3 Pare,Kediri

“Sekarang saya harus kemana untuk mencari perlindungan hukum saat saya melakukan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa,kenapa saya harus terjerat hukum ”ungkap Andik Suherman saat ditelpon setelah menerima surat panggilan.

Mengaju pada Peraturan Pemerintah yg melindungi Guru dalam melaksanakan tugas nya adalah PP No. 74 tahun 2008

1.Pasal 39 ayat 1.

“Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya,”

Dalam ayat 2 disebutkan, sanksi tersebut dapat berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.

2.Pasal 40.

“Guru berhak mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari pemerintah, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi profesi guru, dan/atau masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing,”

Rasa aman dan jaminan keselamatan tersebut diperoleh guru melalui perlindungan hukum, profesi dan keselamatan dan kesehatan kerja.

3.Pasal 41.

“Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain,”(adi)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.