Menulis Suatu Hobby

Menulis Suatu Hobbyby Tabloid Pendidikan Onlineon.Menulis Suatu HobbyArtikel,TabloidPendidikan.Com – Tak semua orang bisa melahirkan sebuah karya yang sama disebabkan memiliki hoby masing-masing. Orang yang hoby membaca buku, maka dia lah yang dapat memetik hasil dari setiap tulisan buku yang dia baca. Bayangkan jika tidak ada satupun orang yang hoby menulis/membaca, maka tidak akan ada namanya buku, majalah, dan sejenis lainnya. Membaca dan […]

lbqd53p4

Artikel,TabloidPendidikan.Com – Tak semua orang bisa melahirkan sebuah karya yang sama disebabkan memiliki hoby masing-masing. Orang yang hoby membaca buku, maka dia lah yang dapat memetik hasil dari setiap tulisan buku yang dia baca. Bayangkan jika tidak ada satupun orang yang hoby menulis/membaca, maka tidak akan ada namanya buku, majalah, dan sejenis lainnya. Membaca dan menulis adalah satu-kesatuan dari sebuah aktifitas yang tidak bisa dipisahkan. Pada dasarnya bahwa “tak ada tulisan yang tak bisa dibaca, dan tak ada bacaan yang tak bisa ditulis”.

MenulisTetapi hal tersebut juga berlaku pada sebaliknya, dimana “ada tulisan yang tak dapat dibaca, dan ada pula bacaan yang tak semua dapat ditulis”. Artinya banyak kumpulan tulisan, seperti; buku, majalah, novel dan sebagainya namun sedikit orang yang memiliki kegemaran dalam membacanya. Begitu pula selanjutnya banyak orang yang pandai berbicara, tetapi sedikit orang yang bisa menulis setiap pembicaraannya. Bagaimana cara agar bisa seiring antara keduanya, jawabannya adalah so’al “hoby”. Membaca dan menulis adalah sebuah perintah Tuhan, dan barang siapa yang tidak hoby terhadap kedua perintah ini, terutama bagi mereka yang sudah bisa menulis ataupun membaca, maka itulah orang-orang yang setengah dalam mentaati Tuhan.

Wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammas SAW melalui Jibril adalah perintah membaca (QS. Al-‘Alaq 1-5). “bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu-lah Yang Maha Mulia. Yang Mengajari (manusia) dengan pena. Dia Mengajarkan Manusi apa yang tidak diketahuinya” Bukankah al-qur’an sendiri merupakan manifestasi dari dua unsur perintah, yakni wahyu yang berupa bacaan dan tulisan. Dan kita juga mengetahui bahwa menulis itu merupakan sebuah proses mengabadikan Al- Qu’an, maka penulisannya seperti sekarang ini yang mudah dibaca, diterjemahkan serta mudah dipahami tentu menjadikan al-qur’an abadi di tengah kehidupan manusia. Perintah membaca dan menulis ini yang apabila manusia mau melaksanakannya, maka kedua perintah tersebut merupakan proses/syarat utama bagi manusia dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.[Indah K]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.