Kemenlu Gandeng Univ. Jember dirikan Pusat Studi ASEAN

Kemenlu Gandeng Univ. Jember dirikan Pusat Studi ASEANby Tabloid Pendidikan Onlineon.Kemenlu Gandeng Univ. Jember dirikan Pusat Studi ASEANJember,TabloidPendidikan.Com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kerja Sama ASEAN menjalin kerja sama dengan Centre for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH) Universitas Jember (Unej) mendirikan Pusat Kajian ASEAN di kampus setempat. Kesepakatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN Ashariyadi […]

lbqd53p4

Jember,TabloidPendidikan.Com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kerja Sama ASEAN menjalin kerja sama dengan Centre for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH) Universitas Jember (Unej) mendirikan Pusat Kajian ASEAN di kampus setempat.

Pusat Studi ASEAN di Universitas Jember menjadi Pusat Studi ASEAN ke-41 di Indonesia

Pusat Studi ASEAN di Universitas Jember menjadi Pusat Studi ASEAN ke-41 di Indonesia

Kesepakatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN Ashariyadi dengan Rektor Universitas Jember Moh Hasan di kampus Tegalboto Unej, Senin.

“Pusat Studi ASEAN di Universitas Jember menjadi Pusat Studi ASEAN ke-41 di Indonesia,” kata Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN Ashariyadi di Kampus Unej.

Menurutnya, tujuan pendirian Pusat Studi ASEAN untuk mensosialisasikan keberadaan “ASEAN Community”, sehingga sebagai lembaga pemerintah yang tidak memiliki kepanjangan tangan di daerah, Kemenlu membutuhkan mitra untuk memberikan pemahaman mengenai ASEAN.

“Untuk itu, kami menggandeng Unej yang memiliki C-RiSSH dan Program Studi Hubungan Internasional FISIP sebagai mitra dan kalau perlu mahasiswa Unej dapat menjadi ujung tombak sosialisasi ASEAN Community ke segenap pemangku kebijakan, serta masyarakat di Jember dan sekitarnya,” tuturnya.

Ia berharap dengan didirikan Pusat Studi ASEAN akan muncul “ASEAN Citizenships” sebagai identitas kedua masyarakat, setelah warga negara Indonesia.

Ashariyadi menambahkan pemahaman akan ASEAN Community menjadi penting karena semenjak tahun 2015 Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah dimulai dan pada tahun 2025 akan diberlakukan ASEAN Community.

“Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN dan ASEAN Community membuka banyak kesempatan bagi tenaga terampil Indonesia berkiprah di negara-negara ASEAN asal diimbangi dengan daya saing sumber daya manusia, penyiapan infrastruktur, serta harmonisasi antara kebijakan pusat dan daerah,” katanya.

Ia menjelaskan ASEAN memiliki tiga pilar yakni (1) pilar ekonomi, (2) pilar politik dan keamanan, serta (3) pilar sosial budaya yang selalu digunakan dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Sementara itu Rektor Unej Moh Hasan menyambut baik kerja sama Unej dengan Ditjen Kerja Sama ASEAN Kemenlu untuk mendirikan Pusat Studi ASEAN di Kampus Universitas Jember.

“Adanya Pusat Studi ASEAN akan menunjang langkah Unej untuk berkiprah di tingkat ASEAN yang selama ini jalinan network sudah dibangun,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa yang hadir agar memiliki cita-cita berkiprah di tingkat ASEAN, dan jangan hanya puas di dalam negeri karena ASEAN bukan hanya urusan mahasiswa Hubungan Internasional saja, tapi tanggung jawab semua. [Atr]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.