Ikut Mengubah Pendidikan Indonesia, Jadi Pengajar Muda Angkatan XV

Ikut Mengubah Pendidikan Indonesia, Jadi Pengajar Muda Angkatan XVby Tabloid Pendidikan Onlineon.Ikut Mengubah Pendidikan Indonesia, Jadi Pengajar Muda Angkatan XVJakarta,TabloidPendidikan.Com – Di tahun ketujuh pengiriman Pengajar Muda ke 24 kabupaten yang tersebar ke berbagai penjuru Indonesia, Indonesia Mengajar selalu menjadi saksi atas semangat anak muda Indonesia yang ingin bekerja untuk pendidikan. Hingga saat ini, tercatat 125.995 anak muda yang telah berani menantang diri untuk hidup bersama dengan masyarakat, bekerja untuk pendidikan. Di bulan Ramadhan […]

lbqd53p4

Jakarta,TabloidPendidikan.Com – Di tahun ketujuh pengiriman Pengajar Muda ke 24 kabupaten yang tersebar ke berbagai penjuru Indonesia, Indonesia Mengajar selalu menjadi saksi atas semangat anak muda Indonesia yang ingin bekerja untuk pendidikan. Hingga saat ini, tercatat 125.995 anak muda yang telah berani menantang diri untuk hidup bersama dengan masyarakat, bekerja untuk pendidikan.

Pengajar Muda Indonesia Mengajar ditantang untuk menjalankan tugas sebagai tenaga pengajar di sekolah dasar dan menjadi penggerak pendidikan di pelosok Indonesia.

Pengajar Muda Indonesia Mengajar ditantang untuk menjalankan tugas sebagai tenaga pengajar di sekolah dasar dan menjadi penggerak pendidikan di pelosok Indonesia.

Di bulan Ramadhan ini, Indonesia Mengajar mengajak pemuda Indonesia, menantang diri mereka untuk iuran waktu, tenaga, dan materi/finansial dengan hadir selama setahun di penjuru republik sebagai Pengajar Muda angkatan XV. Bukan hanya sebagai guru sekolah dasar, namun juga ikut menggerakkan masyarakat agar bisa saling interaksi dan bahu membahu memajukan pendidikan.

Eva Bachtiar, alumni Pengajar Muda angkatan VII yang bertugas di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menyatakan bahwa pengalamannya menjadi Pengajar Muda dengan tinggal di tempat baru dan belum mengenal siapapun, justru itu akan meningkatkan kapasitas diri dan menjadi sarana untuk berkontribusi pada pendidikan.

“Menjadi Pengajar Muda itu adalah pengalaman yang akan terus membentuk diri kita. Saya percaya bahwa tidak ada hal-hal yang mustahil untuk kita perjuangkan di negeri ini,” tutur Eva.

“Di angkatan XV ini, kami mencari pemuda-pemudi yang berani melampaui diri dan mewujudkan cita-cita, mereka yang mau menghadapi setiap tantangan dengan terbuka untuk terus belajar,” kata Hikmat Hardono, Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar

Menurut Hikmat, ikut kerja bakti di pendidikan dengan menjadi Pengajar Muda dapat menjadi satu rangkaian pengalaman sebagai calon pemimpin masa depan. Menjadi sosok yang berpengaruh di sekolah dan desa, menjadi fasilitator untuk beragam gerakan sosial di komunitas, sekaligus menjadi mediator antara masyarakat dan stakeholder pemerintahan menempa Pengajar Muda untuk menjadi seorang pemimpin yang memahami masalah di tingkat akar rumput. “Kami membawa perubahan dengan cara yang sederhana, yakni dengan menunjukkan keteladanan,” tegas Hikmat.

Secara sadar, selama tujuh tahun ini kehadiran Pengajar Muda di berbagai tempat penugasan memicu perubahan perilaku aktor pendidikan. Mulai dari guru yang tidak lagi melakukan kekerasan saat mengajar dan kepala sekolah yang menularkan metode pengajaran kreatif. Pemerintah dan masyarakat yang berkolaborasi mengadakan program pendidikan, misalnya Festival Anak Natuna di Kepulauan Natuna hingga Karnaval Anak Papua di Pegunungan Bintang. Ada pula gerakan mengajar yang tumbuh dari daerah, seperti Tulang Bawang Barat Cerdas di Tulang Bawang Barat hingga Gerakan Tanimbar Mengajar di Maluku Tenggara Barat.

 “Apakah mudah menjadi Pengajar Muda? Tidak pernah ada jalan mudah dalam perjuangan untuk kebaikan. Namun, kualitas seorang pemimpin bukan karena kepintaran bicara tapi kerelaannya bekerja dan menempuh jalan menantang untuk banyak orang, sekalipun menyusuri jalan yang sunyi,” kata Evi Trisna dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, menantang pemuda Indonesia untuk bergabung menjadi Pengajar Muda.

Pendaftaran Pengajar Muda Angkatan XV dibuka dari tanggal 21 Juni sampai 20 Juli 2017. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi aplikasi daring melalui situs resmi www.indonesiamengajar.org. Kandidat yang lolos seleksi tahap pertama akan dipanggil untuk mengikuti beberapa tes, termasuk wawancara, psikotes dan diskusi kelompok. Calon Pengajar Muda terpilih akan menjalani tes kesehatan. Dari hasil rangkaian tes tersebut, apabila terpilih dan memenuhi persyaratan, maka mereka akan mengikuti pelatihan intensif selama enam minggu.

Tentang  Indonesia Mengajar

Indonesia Mengajar adalah sebuah inisiatif masyarakat yang berani memajukan pendidikan dimulai dari pelosok Indonesia. Fokus kegiatan Indonesia Mengajar ialah menghadirkan anak muda di ujung-ujung republik. Indonesia Mengajar merekrut, menyeleksi, dan melatih lulusan terbaik perguruan tinggi dari berbagai disiplin keilmuan dan profesional muda serta menempatkannya selama satu tahun di berbagai daerah di Indonesia. Mereka dikenal dengan sebutan Pengajar Muda.

Para Pengajar Muda menjalankan tugas formal sebagai tenaga pengajar di sekolah dasar. Tidak hanya itu, mereka bekerja mendorong perubahan perilaku dan mendampingi penggerak pendidikan di tempatnya bertugas. Di samping memberi kesempatan kepada Pengajar Muda untuk menjadi jendela kemajuan di daerah, Indonesia Mengajar dimaksudkan menjadi sarana bagi para Pengajar Muda untuk menempa jiwa pengabdian dan kepemimpinan melalui kegiatan sosial yang kreatif.

Hingga saat ini, Indonesia Mengajar telah mengirimkan 795 Pengajar Muda ke 207 sekolah dasar di 26 kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia. [Ak-11]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.