Guru Harus Bisa Bedakan Pendidikan dan Pelanggaran

Guru Harus Bisa Bedakan Pendidikan dan Pelanggaranby Tabloid Pendidikan Onlineon.Guru Harus Bisa Bedakan Pendidikan dan PelanggaranLampung, TabloidPendidikan.Com – Dalam menjalankan proses pendidikan terhadap siswa di sekolah, guru harus bisa membedakan antara wilayah pendidikan dan pelanggaran, agar guru pada proses tersebut memperoleh kenyamanan dalam bekerja. Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto saat Seminar Nasional Perlindungan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Menuju Indonesia Sehat, di hotel Nusantara Syariah, […]

lbqd53p4

Lampung, TabloidPendidikan.Com – Dalam menjalankan proses pendidikan terhadap siswa di sekolah, guru harus bisa membedakan antara wilayah pendidikan dan pelanggaran, agar guru pada proses tersebut memperoleh kenyamanan dalam bekerja.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto saat Seminar Nasional Perlindungan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Menuju Indonesia Sehat, di hotel Nusantara Syariah, Sabtu (17/11/2018).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto saat Seminar Nasional Perlindungan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Menuju Indonesia Sehat, di hotel Nusantara Syariah, Sabtu (17/11/2018).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto saat Seminar Nasional Perlindungan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Menuju Indonesia Sehat, di hotel Nusantara Syariah, Sabtu (17/11/2018).

Seminar itu digagas oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) provinsi Lampung dengan dihadiri pengurus PGRI, pemerhati pendidikan Bustami Zainudin, dan ratusan guru dari sejumlah kabupaten/kota di Lampung.

Menurut Susanto, guru harus memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas. Guru yang menegur siswa tidak serta merta dianggap melakukan pelanggaran. Seperti guru mencubit siswa karena tidak disiplin atau melanggar aturan, belum tentu itu pelanggaran pidana.

“Kalau guru mencubit siswa sekali karena siswa nakal di sekolah jangan dianggap pelanggaran pidana apalagi sampai dilaporkan ke Polisi. Itu belum tentu pidana. Kecuali guru itu mencubit setiap hari, itu baru namanya pelanggaran,” ujar dia.

Bila guru dilaporkan ke penegak hukum karena kesalahanpahaman dalam mendisiplinkan siswa menurut dia, negara harus hadir di sana untuk memberikan perlindungan hukum.

“Seandainya guru mendapatkan tekanan dari masyarakat, negara harus hadir termasuk organisasi profesi yang menaungi guru untuk memberikan perlindungan,” kata dia.

Kemudian Ketua PGRI Lampung, Wayan Satria Jaya menerangkan belum semua guru memahami batasan antara pendidikan dan pelanggaran dalam menghadapi siswa. Sehingga terkadang guru merasa khawatir dalam mendisiplinkan siswa.

Untuk memperoleh pemahaman tersebut menurut dia guru perlu medapatkan pengetahuan dari orang yang memiliki kompetensi dan profesional di bidangnya.

“Kami sengaja menghadirkan Ketua KPAI pusat hari ini melakukan seminar nasional untuk memberikan materi terkait batasan pendidikan dan pelanggaran yang dilakukan guru, agar guru tidak terdiskriminasi dalam melaksanakan pendidikan,” kata dia.

Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis PGRI Lampung, Adi Sucipto mengatakan guru merupakan profesi yang menjunjung tinggi profesionalisme. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. [Lp]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.