FSGI Minta Kemdikbud Siapkan Kurikulum Darurat

FSGI Minta Kemdikbud Siapkan Kurikulum Daruratby Tabloid Pendidikan Onlineon.FSGI Minta Kemdikbud Siapkan Kurikulum DaruratJakarta, TabloidPendidikan.Com – Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menyiapkan kurikulum darurat untuk bencana. Hal ini, berkaca dari kenyataan ketidaksiapan guru dalam menjalankan pendidikan jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi virus corona atau Covid-19. Wakil sekretaris jendral (Wasekjen) FGSI, Satriawan Salim menyebutkan, para guru hanya berfokus pada ketuntasan materi atau kurikulum […]

lbqd53p4

Jakarta, TabloidPendidikan.Com – Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menyiapkan kurikulum darurat untuk bencana. Hal ini, berkaca dari kenyataan ketidaksiapan guru dalam menjalankan pendidikan jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Wakil sekretaris jendral (Wasekjen) FGSI, Satriawan Salim menyebutkan, para guru hanya berfokus pada ketuntasan materi atau kurikulum sehingga siswa dituntut untuk menjalankan pendidikan normal disituasi yang tidak normal.

Ilustrasi siswa SMK.

Ilustrasi siswa SMK.

“Dalam konteks PJJ dengan Kurikulum 2013 ini, pada keadaan darurat, guru tetap berorentasi menyelesaikan capaian materi alias kurikulum capaian untuk standar isi. Para guru-guru ini mengejar bab, padahal waktunya sedikit dan sarananya sangat terbatas, tatap muka dengan visualnya terbatas, sehingga siswa mendapat tugas yang menumpuk,” kata Satriwan dalam acara diskusi secara daring di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

Satriawan menuturkan, kenyataan lapangan ini berdasarkan laporan dan keluhan dari berbagai pihak yang diterima FSGI. Misalnya, dari orang tua murid di Blitar, Jawa Timur (Jatim) karena anaknya yang masih duduk di bangku SMP dipaksa untuk mengerjakan tugas daring makalah sebanyak 40 halaman satu mata pelajaran. Selain itu, ada laporan dari DKI Jakarta, siswa setiap hari menjalankan tatap muka untuk tiga mata pelajaran dan semuanya memberikan tugas.

Berkaca dari fakta lapangan, Satriawan mengatakan, FSGI berharap Kemdikbud harus mempersiapkan kurikulum darurat sehingga guru mampu beradaptasi dengan kondisi darurat seperti saat ini. “Jadi, kurikulum darurat jangka pendek untuk Covid-19 juga untuk jangka panjang jika suatu hari terjadi bencana,” ujarnya.

Menurut Satriawan, adanya kurikulum darurat berfungsi untuk mengantisipasi untuk semua situasi darurat yang akan datang. Satriawan menjelaskan, dalam kurikulum normal, ada delapan standar yang harus dipenuhi. Maka, dalam kurikulum darurat, Kemdikbud sebaiknya fokus pada empat hal. Pertama, standar isi, berarti terkait dengan materi pembelajaran yang harus dirancang beda dengan situasi normal.

“Apakah materi pembelajaran harus sama di tengah krisis seperti ini, saya pikir tidak harus sama. Harus berbeda. Wong ini darurat masa materi sama bab-nya masih sama, capaian harus sama sedangkan perangkat-perangkat berbeda. Masa kita berikan perlakukan sama di keadaan yang berbeda. Enggak adil namanya,” ujarnya.

Kedua, standar proses. Apabila sehari-hari mengajar dengan cara tatap muka sehingga bisa mengetahui karakter anak, maka harus disesuaikan dengan keadaan, media pembelajaran dipersiapkan harus dapat dijangkau semua anak. Ketiga, standar penilaian, Kemdikbud harus menyiapkan formulasi untuk standar penilain yang dalam Kurikulum 2013(K-13) ada tiga nilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

“Kalau nilai pengetahuan gampang ada tes ada kuis. Kalau nilai sikap bagaimana kita menilai sikap. Apakah bisa kita mengukur karakter anak dari pembelajaran virtual? Tentu enggak bisa tetapi keadaan memaksa, berarti harus ada formulasi, karena guru enggak bisa menilai skiap sikap siswa kalau tidak ketemu langsung,” ujarnya.

Keempat, standar kelulusan harus beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas. “Tidak mungkin kita memberikan perlakuan yang normal di keadaan tidak normal. Ini kami harapkan semoga segera ada kurikulum darurat yang didesain oleh Kemdikbud dan Kementerian Agama,” ujarnya. [BS]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.