Peran Perempuan PGRI Sangat Diperlukan

Peran Perempuan PGRI Sangat Diperlukanby Tabloid Pendidikan Onlineon.Peran Perempuan PGRI Sangat DiperlukanTabloid Pendidikan.Com – Soal perjuangan nasib pendidikan anak bangsa, peran PGRI tak terbantahkan. Banyak bukti keberhasilan sejumlah program yang digelindingkan pengurus PGRI pada satu dekade ini berhasil meyakini masyarakat. Ini memang karena sinergitas seluruh pekerja pendidikan di organsasi guru merujuk pada mekanisme pelaksanaan misi PGRI. Namun, ternyata masih ada kerikil kecil dalam pengabdian para pegiat […]

lbqd53p4

Tabloid Pendidikan.Com – Soal perjuangan nasib pendidikan anak bangsa, peran PGRI tak terbantahkan. Banyak bukti keberhasilan sejumlah program yang digelindingkan pengurus PGRI pada satu dekade ini berhasil meyakini masyarakat. Ini memang karena sinergitas seluruh pekerja pendidikan di organsasi guru merujuk pada mekanisme pelaksanaan misi PGRI.

Dian Mahsunah, Wakil Sekertaris Jendral PB PGRI memoderatori diskusi interaktif yang melandasi tantangan peran perempuan PGRI memasuki era milenium III. Dian mendorong diskusi sebagai pintu masuk pembermaknaan proram memajukan kaum hawa yang bernaung di bawah bendera PGRI

Dian Mahsunah, Wakil Sekertaris Jendral PB PGRI memoderatori diskusi interaktif yang melandasi tantangan peran perempuan PGRI memasuki era milenium III.

Namun, ternyata masih ada kerikil kecil dalam pengabdian para pegiat organisasi, yakni kaum hawa yang sepertinya “ iri” terhadap kaum hawa alias rekan mereka yang berjenis kelamin laki-laki. Persoalanya bisa dikatakan sederhana, yakni ada riak-riak kecil berajuk kesetaraan gender. Artinya, para perempuan PGRI merasa perlu lebih trengginas dalam berbagai upaya memperjuangkan perannya dalam organisasi dan mengabdi kepada negeri ini.

Secara solusif, Dian mengarahkan pandangan para pengurus PGRI dari 34 provinsi yang mengalir sebagai kerangka dasar pembentukan badan perempuan PGRI. Menurut Dian sebetulnya, peran badan ini merupakan sebuah keharusan sesuai kebutuhan organisasi seperti ketentuan dalam Pasal 24 AD/ART PGRI tentang Perangkat Kelengkapan Organisasi dan Pasal 36 tentang Badan Hukum.

Namun, menurut Mantemas, pengurus PGRI Gorontalo, badan ini justru harus eksis secara nyata. Jadi, bukan sekadar melengkapi eksistensi program yang dijalankan rekan-rekan yang berjenis kelamin laki-laki. Ibu bertubuh tegap dan energik dan berkaca mata tebal, program pemberdayaan perempuan dalam tubuh PGRI seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus membuktikan kekuatan organisasi PGRI yang secara nyata juga digerakan para aktivis perempuan guru.

Muara diskusi ini pun tetap terfokus pada upaya perempuan PGRI dalam membermaknakan jatidiri kaum hawa-PGRI yang mandiri, berkepribadian dan menjadi agen perubahan nasib kaum hawa dan memajukan perempuan di tanah air. Ketum PGRI, Unifah Rosyidi sangat mengapresiasi diskusi ini. Menurutnya, ini sangat sesuai dengan harapan negara. Unifah belum lama ini dundang berdiskusi dengan Presiden Jokowi yang sangat mendambakan peran perempuan PGRI yang bisa mewakili eksistensi kaumnya dalam menjawab tantangan masa depan. [pb.pgri]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.