ASESOR APIK UNTUK PENDIDIKAN LEBIH BAIK

ASESOR APIK UNTUK PENDIDIKAN LEBIH BAIKby Tabloid Pendidikan Onlineon.ASESOR APIK UNTUK PENDIDIKAN LEBIH BAIKOleh Akmaluddin, M.Pd. (Dosen Tetap FTK UIN Mataram) Artikel,Tabloid Pendidikan – Mutu pendidikan pada berbagai jenjang pendidikan ditentukan oleh berbagai faktor misalnya: kelengkapan fasilitas, sarana dan prasarana sumber belajar, kualitas dan kompetensi SDM, manajemen atau tata kelola kelembagaan, adanya pengkajian mutu pendidikan serta analisis dan pelaporan mutu pendidikan. Dua faktor yang disebut terakhir ini dapat […]

lbqd53p4

Oleh Akmaluddin, M.Pd. (Dosen Tetap FTK UIN Mataram)

Artikel,Tabloid Pendidikan – Mutu pendidikan pada berbagai jenjang pendidikan ditentukan oleh berbagai faktor misalnya: kelengkapan fasilitas, sarana dan prasarana sumber belajar, kualitas dan kompetensi SDM, manajemen atau tata kelola kelembagaan, adanya pengkajian mutu pendidikan serta analisis dan pelaporan mutu pendidikan. Dua faktor yang disebut terakhir ini dapat diupayakan dengan memanfaatkan hasil asesmen atau penilaian asesor melalui kegiatan akreditasi. Sebagaimana dipahami bahwa asesmen dalam dunia pendidikan merupakan kegiatan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data atau informasi tentang kondisi suatu satuan pendidikan untuk memperoleh gambaran sebagai bahan untuk perencanaan dan pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan. Akreditasi satuan pendidikan menjadi penting karena paradigma peningkatan mutu pendidikan harus dibangun dari unit satuan pendidikan. Paradigma ini telah berlaku secara global. Artinya, berbagai negara telah menjadikan satuan pendidikan sebagai pondasi dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan. Hal ini disebabkan satuan pendidikan adalah unit terpenting dalam proses pelaksanaan pendidikan. Kata-mutiara-pendidikan-terbaru (1200 x 307)

Asesor yang melakukan penilaian pada suatu satuan pendidikan merupakan perwakilan dari pemerintah yang diberikan tugas melakukan penilaian terhadap berbagai hal yang terkait dengan suatu satuan pendidikan. Selain itu, asesor dapat pula berasal dari lembaga mandiri yang berwenang. Tugas utama asesor ini (baik yang berasal dari unsur pemerintah maupun lembaga mandiri) adalah untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Penilaian ini dilakukan berdasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan sebagai bentuk akuntabilitas publik yang dilakukan secara objektif, adil, transparan dan komprehensif. Instrumen dan kriteria penilaian yang digunakan oleh asesor mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Mengingat pentingnya akreditasi bagi suatu satuan pendidikan, kualitas asesor harus menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan akreditasi.

Menurut hemat penulis, asesor akreditasi sekolah/madrasah seharusnya memiliki beberapa prinsip yaitu: akuntabel, profesional, independen dan kredibel. Semua prinsip ini kemudian disingkat menjadi kata apik. Secara terminologi, kata apik sendiri dimaknai sebagai suatu kondisi yang rapi atau teratur dengan baik. Dengan demikian, asesor akreditasi sekolah/madrasah diharapkan mampu berkerja secara apik, rapi atau teratur dengan baik karena hasil penilaian yang dilakukan sangat membantu pengelola satuan pendidikan dan pengambil kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

Prinsip apik yang harus dimiliki oleh asesor ini dapat diuraikan pada penjelasan berikut.

  1. Akuntabel

Prinsip kerja yang harus dimiliki oleh seorang asesor adalah akuntabel. Akuntabel bermakna dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip ini selayaknya menjadi landasan dalam melakukan tugas asesmen. Bentuk akuntabilitas yang harus dimiliki asesor adalah bahwa penilaian dan keputusan yang ditetapkan terhadap berbagai aspek pada suatu satuan pendidikan harus dilakukan secara objektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugasnya asesor senantiasa mengacu pada prosedur, SOP, atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Prinsip akuntabilitas kerja asesor menyangkut pada sumber/inputnya, proses yang dilakukan dan juga hasil/output yang didapatkan.

  1. Profesional

Prinsip berikutnya yang layak menjadi bekal bagi asesor adalah profesional. Prinsip profesionalisme menuntut adanya keahlian, komptensi, atau keterampilan yang berkaitan dengan tugas yang diemban. Dalam hal asesor bertugas sebagai penilai akreditasi sekolah/madrasah, kompetensi yang dituntut adalah kompetensi intelektual dan kompetensi manual. Kompetensi inetelektual berkaitan dengan wawasan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian, seorang asesor adalah orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan baik sebagai guru, dosen, pengawas, widyaiswara pendidikan, pelatih guru, maupun pengembang teknologi pembelajaran. Sedangkan kompetensi manual bagi seorang asesor adalah kecakapan dalam hal mengoperasikan berbagai media yang terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya. Salah satunya adalah terampil dalam mengoperasikan komputer dengan berbagai program yang ada. Penguasaan terhadap kedua kompetensi ini mewujudkan asesor yang profesional.

  1. Independen

Prinsip ketiga yang harus dimiliki seorang asesor adalah independen. Prinsip ini menekankan bahwa asesor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tanpa tekanan atau paksaan dari pihak mana pun. Seorang asesor harus memiliki sikap mandiri dalam mengambil keputusan namun tetap diimbangi dengan rasa tanggung jawab atas keputusan tersebut. Independensi seorang asesor memberikan peluang besar terhadap hasil kerja yang jauh dari unsur subjektif sehingga suatu satuan pendidikan yang dinilai memiliki gambaran yang valid terhadap kondisi lembaganya. Dengan demikian, perencanaan program dan kebijakan yang diambil dalam upaya peningkatan mutu pada suatu satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan.

  1. Kredibel

Prinsip keempat yang patut dimiliki oleh seorang asesor sekolah/madarasah adalah kredibel yang bermakna dapat dipercaya. Kredibilitas asesor akan terlihat dari beberapa indikator yaitu: (a) akuntablitas atau pelaksanaan tugas yang dapat dipertanggungjawabkan, (b) memliki kompetensi intelektual dan kompetensi manual sebagai bentuk profesionalismenya, dan (c) pelaksanaan tugas yang bebas dari intervensi pihak mana pun. Prinsip keempat ini dapat dikatakan merupakan akumulasi dari tiga prinsip sebelumnya. Seorang asesor dikatakan kredibel atau dapat dipercaya jika dalam menjalankan tugasnya selalu memegang teguh prinsip akuntabel, memiliki jiwa profesional, dan senantiasa bekerja secara independen.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peran asesor begitu penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Kontribusi ini ditunjukkan dengan pemanfaatan hasil asesmen yang dilakukan pada suatu satuan pendidikan sebagai dasar penentuan kebijakan dan program yang tepat. Atas dasar inilah asesor harus memiliki kualitas yang baik. Sebagaimana penulis uraikan pada penjelasan di atas bahwa dalam menjalankan tugasnya, seorang asesor harus memiliki prinsip APIK (Akuntabel, Profesional, InIndependen, dan Kredibel).

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.