1,1 Juta Calon Mahasiswa Rebutkan 400.000 Kartu Indonesia Pintar

1,1 Juta Calon Mahasiswa Rebutkan 400.000 Kartu Indonesia Pintarby Tabloid Pendidikan Onlineon.1,1 Juta Calon Mahasiswa Rebutkan 400.000 Kartu Indonesia PintarJakarta, TabloidPendidikan.Com – Untuk 2020 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengalokasikan anggaran senilai Rp 2,3 triliun untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Demikian disampaikan, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemdikbud Abdul Kahar, hari ini, Minggu (1/3/2020). Kahar menyebutkan, anggaran Rp 2,3 triliun ini untuk 818.000 mahasiswa. Dengan rincian 418.000 untuk KIP Kuliah Ongoing sampai masa studi selesai dan […]

lbqd53p4

Jakarta, TabloidPendidikan.Com – Untuk 2020 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengalokasikan anggaran senilai Rp 2,3 triliun untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.

Demikian disampaikan, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemdikbud Abdul Kahar, hari ini, Minggu (1/3/2020).

Kahar menyebutkan, anggaran Rp 2,3 triliun ini untuk 818.000 mahasiswa. Dengan rincian 418.000 untuk KIP Kuliah Ongoing sampai masa studi selesai dan 400.000 untuk calon mahasiswa baru. Dalam hal ini, 1,1 juta siswa pemegang KIP yang berada di bangku kelas XII di SMA, MA atau SMK harus bersaing untuk mendapatkan 400.000 KIP Kuliah.

Kartu Indonesia Pintar

Kartu Indonesia Pintar

“Semua siswa mendapat kesempatan sama. KIP yang dimiliki calon mahasiswa saat ini kan untuk akses mereka masuk daftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi, Red) jalur KIP Kuliah. Jadi di perguruan tinggi tes lulus atau tidak ditentukan perguruan tinggi,” kata Kahar belum lama ini.

Menurut dia, siswa pemegang KIP kelas XII ini untuk mempermudah perguruan tinggi melakukan verifikasi data. Pasalnya, persyaratan penerima KIP Kuliah adalah siswa SMA atau sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus dua tahun sebelumnya, memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang dibuktikan dengan kepemilikan program bantuan pendidikan nasional dalam bentuk KIP atau berasal dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH), keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serta mahasiswa dari panti sosial/panti asuhan.

Kemudian Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru dan diterima di PTN atau PTS pada Prodi dengan Akreditasi A atau B, serta dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada Prodi dengan Akreditasi C. Dengan begitu, tidak semua siswa pemegang KIP tingkat SMA atau sederajat saat ini dapat melanjutkan pendidikan tinggi.

Sementara itu, Sesditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, Paristiyanti Nurwardani menyebutkan, program Indonesia Pintar ini diatur dalam Permendikbud 10 nomor 2020 yang di dalamnya tentang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP) Kuliah.

Paris menyebutkan, anggaran Rp 2,3 triliun ini, masing- masing mahasiswa menerima senilai Rp 6.600.000. Dengan rincian; Rp 2.400.000 uang kuliah dan Rp 4.200.000 untuk biaya hidup mahasiswa.

“Jadi untuk biaya hidup ini Rp 4,2 juta akan ditransfer per bulan senilai Rp 700.000 langsung ke rekening mahasiswa. Sedangkan uang kuliah ditransfer ke rekening kampus” kata Paris.

Paris juga menambahkan, khusus mahasiswa program studi (prodi) vokasi, selain mendapatkan uang Rp 6,6 juta. Mereka juga akan mendapat uang tambahan senilai Rp 800.000 per semester untuk mengikuti ujian kompetensi guna mendapatkan sertifikat kompetensi.

Menurut Paris, anggaran untuk prodi vokasi ini bagian dari kebijakan Kampus Merdeka. Dengan begitu, Paris mendorong bagi mahasiswa yang tidak lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) bisa mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Ujian Mandiri (UM), atau mendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS). Bahkan, khusus untuk perguruan tinggi di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dengan akreditasi C juga, para mahasiswa berprestasi dan miskin berhak menerima KIP Kuliah.

Paris juga menyebutkan, mahasiswa penerima KIP Kuliah menjalani kuliah gratis untuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang telah ditransfer ke rekening kampus. Dalam hal ini, meskipun uang kuliah tunggal (UKT) melebihi dari KIP Kuliah, mahasiswa tidak dipungut biaya tambahan. Kekurangan UKT menjadi tanggung jawab perguruan tinggi. Sedangkan, untuk perguruan tinggi swasta(PTS) kembali pada kebijakan masing- masing perguruan tinggi.

Selanjutnya, Paris juga mengimbau kepada calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk segera mendaftar KIP Kuliah melalui laman kip-kuliah.kemdikbud.go.id.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih mengatakan, pendaftaran SNMPTN tetap telah ditutup pada tanggal 27 Februari 2020 pukul 23.50, tetapi khusus bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan KIP Kuliah, disediakan perpanjangan waktu yang menyesuaikan pendaftaran KIP Kuliah, yaitu tanggal 2 hingga 31 Maret 2020.

Nasih menyebutkan, siswa yang memiliki Nomor Pendaftaran KIP Kuliah tidak dipungut biaya untuk Pendaftaran Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 yang menjadi syarat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Nasih mengimbau, bagi siswa yang mengikuti SNMPTN, diminta untuk melakukan pengisian data nomor pendaftaran KIP Kuliah di portal LTMPT melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id.

Adapun pengisian data nomor pendaftaran KIP Kuliah dapat dilakukan portal LTMPT dapat dilakukan dengan cara login ke laman https://portal.ltmpt.ac.id menggunakan akun LTMPT yang sudah dimiliki. Kemudian pilih menu Pengisian Data Nomor Pendaftaran KIP Kuliah, dan isikan nomor pendaftaran KIP Kuliah yang telah dimiliki.

Siswa yang sudah melakukan pendaftaran SNMPTN sampai dengan memilih program studi dan belum finalisasi, diharuskan melakukan finalisasi dan cetak kartu tanda peserta SNMPTN 2020, pada tanggal 2 sampai dengan 31 Maret 2020.

Sementara, siswa yang belum melakukan pendaftaran, dipersilahkan melakukan pendaftaran sampai proses finalisasi dan cetak kartu tanda peserta SNMPTN 2020 yakni pada 2 Maret hingga 31 Maret 2020. [BS]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.