Menpora Belum Putuskan Nasib PON XX Papua

Menpora Belum Putuskan Nasib PON XX Papuaby Tabloid Pendidikan Onlineon.Menpora Belum Putuskan Nasib PON XX PapuaJakarta, TabloidPendidikan.Com – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua memang terancam ditunda karena DPR lewat Komisi X mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk menunda ajang olahraga terbesar di Tanah Air itu. Namun Menpora Zainudin Amali menegaskan hingga saat ini penundaan PON 2020 Papua belum bisa diputuskan. Hal ini baru akan dibahas dalam rapat terbatas dan […]

lbqd53p4

Jakarta, TabloidPendidikan.Com – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua memang terancam ditunda karena DPR lewat Komisi X mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk menunda ajang olahraga terbesar di Tanah Air itu.

Namun Menpora Zainudin Amali menegaskan hingga saat ini penundaan PON 2020 Papua belum bisa diputuskan. Hal ini baru akan dibahas dalam rapat terbatas dan menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

Menpora Zainudin Amali.

Menpora Zainudin Amali.

“Jadi kesimpulannya clear seperti itu ya, belum ada keputusan bahwa Menpora menunda. Tentu kewajiban saya harus melaporkan terlebih dahulu kepada bapak Presiden dalam rapat kabinet. Tentu saya mengajukan dijadwalkan ratas kabinet untuk membahas masalah PON 2020 ini termasuk waktunya. Saya juga sudah minta kepada Sekretariat Kabinet, Pramono Anung kalau boleh dijadwalkan dalam waktu segera,” ujarnya ketika dikonfirmasi Kamis (16/4/2020).

Zainudin mengakui hasil rapatnya dengan Komisi X sebelumnya menjelaskan tahapan dan persiapan ajang tersebut terganggu akibat pandemi virus corona yang semakin luas di Tanah Air.

Seperti lelang pengadaan peralatan olahraga yang seharusnya digelar April ini, namun tertunda karena sejumlah negara produsen tidak siap.

Selain itu, persiapan atlet untuk berkompetisi dinilai tidak maksimal menyusul langkah sejumlah daerah menggelar pembatasan sosial berskala besar (PSBB), termasuk pembangunan venue yang berjalan lambat menyusul ancaman virus corona terhadap pekerja.

Jika skenario penundaan dipilih, Menpora memberikan opsi untuk ditunda hingga Oktober tahun depan. Meski begitu, Zainudin tetap akan memberikan solusi dan masukan kepada pemerintah pusat agar PON Papua bisa digelar pada Oktober 2021.

“Kami ancang-ancang waktu yang tepat untuk PON adalah Oktober 2021. Itu hasil komunikasi dan diskusi kami dengan Ketua Umum KONI Pusat yang mendapat masukan dari KONI di daerah,” ujarnya.

Zainudin mengatakan opsi waktu yang diberikan terkait penundaan PON telah disesuaikan dengan multievent olahraga internasional di tahun depan seperti Piala Dunia 2021 (sepakbola) digelar Mei – Juni, Agustus sudah ada Olimpiade 2021. Kemudian September ada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2021, November sudah ada SEA Games Vietnam, Olimpiade Tokyo 2021 (Juli-Agustus). dan akhir tahun juga ada Moto GP.

Ia juga menyampaikan bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Besar (PB) PON meminta pertimbangan Kempora terkait penyelenggaraan PON XX/2020. Pesta olahraga tanah air itu terganggu akibat pandemi virus corona (covid-19).

“Walaupun tidak secara tegas minta penundaan (PON), tapi mereka mohon pertimbangan. Dalam surat yang dikirimkan menggambarkan bahwa konsentrasi pemerintah Papua itu mengerahkan anggaran semuanya untuk menanggulangi covid-19,” kata Zainudin.

Ia tidak menampik tahun depan merupakan tahun padat untuk olahraga Tanah Air. Selain itu, Menpora menjelaskan bahwa dampak pandemi Covid-19 ini bukan hanya mengganggu persiapan jadwal, tapi juga khususnya pengerjaan arena olahraga atau venue. Menurutnya, venue yang dibiayai APBN yang ditargetkan selesai Juli 2020 terancam molor. Masalahnya, semua daerah, termasuk Papua, lebih berkonsentrasi untuk mengatasi pandemi virus corona.

Selain itu, persoalan kebutuhan anggaran tambahan yang diminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua belum tuntas direvisi. Alhasil, pengadaan peralatan pertandingan belum terpenuhi. Dia juga akan menampung semua usulan, termasuk dari Komisi X terkait penyelenggaraan PON. Usulan itu nantinya akan disampaikan dalam rapat kabinet bersama Presiden Joko Widodo.

“Laporan yang kami terima dari KONI maupun daerah, tetap ada kegiatan tapi sudah sangat melambat. Jika April dan Mei tahun ini masih belum selesai (covid-19), pengadaan barang dari luar negeri untuk kebutuhan PON berpengaruh. Opsi ini juga melihat bagaimana pengerjaan venue dan tempat penginapan yang terkendala karena akses sudah dibatasi di Papua,” paparnya.

Namun Menpora memastikan bahwa anggaran Rp500 miliar untuk PON 2020 Papua, yang hingga kini nasibnya belum jelas itu pun tak akan diganggu gugat. Realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 secara umum merupakan hasil pemotongan dari perjalanan dinas dan biaya rapat.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Djoko Pekik mendukung wacana penundaan PON XX Papua hingga tahun depan. Namun, mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kempora ini meminta agar pengunduran itu tidak terlalu lama. Pasalnya, kondisi tersebut juga akan memberatkan pemerintah daerah dari sisi anggaran.

“Pertimbangannya, jika mundur hingga Oktober 2021, tentu akan menambah berat anggaran Daerah APBD untuk pemusatan latihan daerah (pelatda),” kata Djoko.

Menurutnya, pandemi Covid-19 memang membuat persiapan PON terganggu. Jadi, penundaan PON adalah pilihan terbaik. Dia juga mengusulkan agar PON ditunda hingga awal April. Pelatda atlet yang sudah berlatih tidak bisa dihentikan begitu saja lantaran bisa berdampak ke performa atlet.

“Para atlet diminta tetap berlatih secara mandiri dengan pengawasan. Pelatda kami sudah mulai sejak 2017 tidak bisa tiba-tiba dihentikan karena akan berdampak pada peak performance atlet,” ungkapnya. [BS]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.