Program GKN Dinilai Gagal, Menkop Harus Evaluasi

Program GKN Dinilai Gagal, Menkop Harus Evaluasiby Tabloid Pendidikan Onlineon.Program GKN Dinilai Gagal, Menkop Harus EvaluasiJakarta, TabloidPendidikan.Com – Kewirausahaan memegang peranan penting sebagai salah satu indikator berkembangnya suatu Negara dalam membangun ekonomi masyarakatnya, merebaknya usaha-usaha kecil hingga besar tidak lepas dari olah kesadaran masayarakat serta dukungan dari pemerintah. Dengan kata lain Pembangunan usaha baru melalui kegiatan produktif secara perlahan akan merangsang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sebuah bangsa. Lebih kurang dalam […]

lbqd53p4

Jakarta, TabloidPendidikan.Com – Kewirausahaan memegang peranan penting sebagai salah satu indikator berkembangnya suatu Negara dalam membangun ekonomi masyarakatnya, merebaknya usaha-usaha kecil hingga besar tidak lepas dari olah kesadaran masayarakat serta dukungan dari pemerintah. Dengan kata lain Pembangunan usaha baru melalui kegiatan produktif secara perlahan akan merangsang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sebuah bangsa.

Muhammad Risal Sekertaris Umum Koperasi Pemuda Indonesia

Muhammad Risal Sekertaris Umum Koperasi Pemuda Indonesia

Lebih kurang dalam kurun lima tahun terakhir Kementerian Koperasi dan UKM telah mencanangkan satu program yang cukup fantastis yaitu Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) mulai dari melatih calon wirausahawan, hingga pemberian bantuan permodalan usaha secara hibah dengan maksud program tersebut mampu memantik tumbuhnya wirausaha wirausaha baru secara signifikan.

Selain mendorong dalam hal kuantitas wirausaha, program ini juga diharapkan mampu untuk menaikan kualitas volume usaha dari katagori usaha kecil menjadi usaha menengah, Sejak bergulirnya program tersebut Kementerian Koperasi dan UKM telah menghabiskan anggaran Negara puluhan Miliar, sejauh ini program tersebut berjalan tanpa adanya indikator keberhasilan yang jelas dengan evaluasi empiris lapagan, seberapa jauh program ini mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap tumbuhnya wirausaha baru serta sejauh mana peningkatan kualitas dan produktifitas usaha kecil menengah di Indonesia.

Sekertaris Umum Koperasi Pemuda Indonesia menuturkan (27/05/18) “Berdasarkan data BPS menyebutkan bahwa rasio kewirausahaan kita saat ini mencapai angka 3,1% meningkat sekitar 1,45% yang semula hanya 1,65% di tahun 2014.  Melalui data tersebut Kementerian Koperasi mengklaim keberhasilan gerakan kewirausahaan sebagai faktor tumbuhnya rasio kewirausahaan kita. Pengklaiman Kementerian Koperasi dan UKM tersebut menurut saya adalah kesimpulan yang premature dan sangat subjektif. Kita semua tahu bahwa program Penggalakan kewirausahaan/enterpreneur tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM saja, ada banyak Instansi maupun Lembaga Pemerintah, Swasta bahkan Perbankan sekalipun juga aktif melakukan pengembangan kewirausahaan hampir setiap tahun. Sehingga peningkatan jumlah rasio wirausaha kita tidak sepenuhnya murni dari kinerja kementerian koperasi dan UKM

Pria kelahiran bulukumba selawesi selatan tersebut mengatakan “Dengan demikian Kementerian Koperasi dan UKM harusnya mulai mengevaluasi Program Gerakan Kewirausahaan Nasional yang selama ini dijadikan sebagai program unggulan dalam meningkatkan jumlah kewirausahaan, apakah program tersebut benar-benar meningkatkan jumlah kewirausahaan ataukah hanya sekedar formalitas yang secara angka diatas kertas disuguhkan sebagai penggugur kewajiban dalam memenuhi Nawacita Presiden. Fakta dilapangan menunjukkan hasil sebaliknya dari apa yang digemborkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dari program tersebut, bahwa output dari program tersebut sangat sedikit yang betul – betul menjadi wirausaha yang sampai saat ini penerima bantuan GKN usahanya masih berjalan, bahkan muncul kesan program Gerakan Kewirausahaan Nasional hanya dilakukan sekedarnya tanpa pola dan arah yang jelas”.

Muhammad Risal melanjutkan, “Program Gerakan Kewirausahaan Nasional sebenanya telah gagal menghasilkan wirausaha baru yang berkualitas. Hal itu dapat kita lihat dari output yang dikeluarkan. Silahkan survey saja ke lapangan, ada brapa persen sih yang betul – betul sukses berwirausahaan karena program gerakan kewirausahaan nasional tersebut. Kalau mau fair “silahkan Kementerian Koperasi mengeluarkan data wirausaha aktif hasil binaan program GKN tersebut, kalau memang ada datanya, ya seharusnya kementerian harus menyampaikan ke publik sebagai pertanggung jawaban moral atas penggunaan anggaran Negara hingga puluhan miliar setiap tahunnya. Tandas Risal

Oleh karena itu, saya berharap Menteri Koperasi dan UKM harus membuka diri atas segala saran dan kritik dari semua pihak untuk mengevaluasi program program yang telah dijalankan secara real apakah output yang dihasilkan sesuai dengan indicator capaian yang telah ditetapkan, sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan betul-betuh memberikan manfaat bagi masyarakat

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.