PT. Garam Panen, Paelan: PT. Garam Harus Peka Terhadap Lingkungan

PT. Garam Panen, Paelan: PT. Garam Harus Peka Terhadap Lingkunganby Tabloid Pendidikan Onlineon.PT. Garam Panen, Paelan: PT. Garam Harus Peka Terhadap LingkunganSONGKOKTJOKRO.com – Sumenep, Acara panen perdana PT Garam di lahan Nambakor-Saronggi mendapatkan banyak perhatian. Acara panen itu dianggap sebagai satu upaya mengembangkan produksi PT Garam. Harapannya, PT Garam mampu memenuhi kebutuhan garam nasional. Salah satu perhatian itu datang dari komunitas lingkungan, budaya dan ekonomi Paelan. Pembina Paelan, Bindara Anwar mengucapkan selamat sukses dan barokah. “Pertama […]

lbqd53p4

SONGKOKTJOKRO.com – Sumenep, Acara panen perdana PT Garam di lahan Nambakor-Saronggi mendapatkan banyak perhatian. Acara panen itu dianggap sebagai satu upaya mengembangkan produksi PT Garam. Harapannya, PT Garam mampu memenuhi kebutuhan garam nasional. Salah satu perhatian itu datang dari komunitas lingkungan, budaya dan ekonomi Paelan.

Pembina Paelan, Bindara Anwar mengucapkan selamat sukses dan barokah. “Pertama saya sampaikan sukses dan barokah terhadap Panen Perdana PT.Garam,” tutur tertulisnya pada Asatoe, Kamis 26 Juli 2018.

Bindara Anwar juga berharap, acara panen perdana itu berbanding lurus dengan upaya PT Garam dalam menangani persoalan sampah di lingkungannya biar semua pihak riang gembira. “Harapannya, PT.Garam untung, desa bersih, dan harga garam rakyat bagus”

Kedua, lanjut Alumni Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar ini, semoga Dirut baru PT Garam, Budi Sasongko jadi angin segar terhadap kemajuan Garam Nasional yang berpihak kepada rakyat. “Harapan ini saya kira selaras dengan semangat nawacita Presiden Jokowi,” tegasnya.

Apresiasi lain datang dari ketua Forum Pemuda Peduli Desa (FPPD), Masmito. Menurutnya, langkah maju PT Garam seharus diimbangi dengan komitmen dan integritas para pejabat PT Garam.

“Jangan sampai agenda besar meningkatkan produksi garam ini menjadi jembatan emas ke Hotel Prodeo seperti yang lalu. Keberpihakan pada rakyat adalah amal ibadah bagi penguasa hingga terhindar dari kata yang populer di masyarakat Girpapas-Karanganyar: Eapora Tak Salamet jika mengabaikan rakyat kecil,” ujar Pecho -sapaan akrab Masmito- di kediamannya.

Menurut Peco, PT Garam harus segera membenahi ironi-ironi di sekitar area PT Garam berproduksi. Pendangkalan sungai PT.Garam yang membelah 2 kampung besar dan mengelilingi desa telah membuat ekonomi harian masyarakat stagnan.

“Sewaktu kecil, saya dan teman sebayaku bermain belajar berenang dan bermain pansampanan di sungai itu. Ayah dan para tetangga memainkan Jala, Prayang dan Mentor hingga tiap hari berpenghasilan untuk makan dan uang saku anaknya berangkat sekolah,” kenang Pecho pada masa kecilnya.

Karena itu, Pecho berharap PT Garam untuk lebih peka terhadap kondisi di sekitarnya.”Sungai-sungai milik warga juga sudah ditimbun untuk dijual petakan buat rumah, penampungan air hujan makin menipis, kita sedang menunggu hujan besar untuk menenggelamkan desa kita sendiri, lalu bersama-sama teriak,” pungkas Pecho sambil tertawa. [5yam]

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.