Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Virus Korona

Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Virus Koronaby Tabloid Pendidikan Onlineon.Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Virus KoronaJakarta, TabloidPendidikan.Com – Penyakit flu biasa dan virus korona (covid-19) dinilai memiliki sedikit perbedaan. Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan atas, sedangkan covid-19 menginfeksi saluran pernapasan bawah. “Pada kasus yang parah, infeksi covid-19 bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ […]

lbqd53p4

Jakarta, TabloidPendidikan.Com – Penyakit flu biasa dan virus korona (covid-19) dinilai memiliki sedikit perbedaan. Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan atas, sedangkan covid-19 menginfeksi saluran pernapasan bawah.

“Pada kasus yang parah, infeksi covid-19 bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal,” terang konsultan medis Media Group dr. Chairudin, Jakarta, Selasa, 3  Maret 2020.

1(92)Chairudin menjelaskan keluhan yang muncul saat mengalami flu biasa, yakni bersin, hidung tersumbat dan berair, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, batuk, serta demam. “Gejala-gejala tersebut biasanya baru akan muncul satu sampai tiga hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit,” ucap dia.

Sementara itu, gejala utama yang muncul pada pasien covid-19, yakni demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Terkadang, pasien virus korona itu juga mengalami gejala nyeri otot, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah.

Mengatasi Flu Biasa dan Korona

Chairudin mengatakan pengobatan flu biasa dan covid-19 juga berbeda. Umumnya, flu biasa dapat sembuh sendiri dalam waktu empat hingga sembilan hari.

“Semakin bagus daya tahan tubuh kita, semakin cepat tubuh melawan rhinovirus. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat, makan, dan minum air putih yang cukup,” tutur Chairudin.

Chairudin menuturkan dokter akan meresepkan obat chlorpheniramine dan pseudoephedrine kepada pasien flu biasa. Obat itu bisa dikonsumsi untuk meredakan keluhan hidung tersumbat dan berair.

“Chlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat senyawa histamin yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah hidung, sementara pseudoephedrine akan mengecilkan pembuluh darah yang melebar akibat histamin,” imbuh Chairudin.

Paracetamol dan ibuprofen, lanjut dia, juga bisa digunakan untuk mengobati gejala flu yang disertai demam ringan. “Jika mengalami flu yang disertai demam, batuk berdahak, dan pilek, Anda bisa mengonsumsi obat flu dengan kombinasi paracetamol, chlorpheniramine, pseudoephedrine, dan guaifenesin,” ujar Chairudin.

Di samping itu, Chairudin menyebut belum ditemukan obat atau vaksin untuk mengobati infeksi virus korona. Namun, dia menilai masyarakat bisa meminimalkan risiko terjangkit infeksi virus korona dengan cara mencuci tangan menggunakan air dan sabun selama 20 detik.

Pencegahan terhadap penularan covid-19 juga dapat dilakukan dengan menggunakan masker setiap beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga harus memperbanyak minum air putih, beristirahat yang cukup, tidak menyentuh mata, hidung. dan mulut dengan tangan yang kotor, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk dan demam.

Chairudin meminta masyarakat jeli mengenali perbedaan gejala flu biasa dan covid-19. Dia juga mengingatkan masyarakat agar segera periksa ke dokter setelah mengalami gejala flu.

“Jika mengalami gejala-gejala flu, terutama yang tidak sembuh lebih dari satu minggu dan disertai demam tinggi segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya,” kata dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengonfirmasi virus korona masuk Indonesia. Covid-19 menjangkit NT, 31, dan MD, 64, warga Depok, Jawa Barat.

Anak dan ibu itu diduga tertular warga negara Jepang yang berkunjung ke Jakarta pada Februari 2020. Warga Negeri Sakura itu terdeteksi positif virus korona di Malaysia.

NT sempat berobat ke Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Depok. NT dan MD sudah diisolasi di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.[MCI]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.