KPK Tetapkan Empat Sektor Utama Pemberantasan Korupsi

KPK Tetapkan Empat Sektor Utama Pemberantasan Korupsiby Tabloid Pendidikan Onlineon.KPK Tetapkan Empat Sektor Utama Pemberantasan KorupsiJakarta, TabloidPendidikan.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat sektor yang menjadi fokus selama empat tahun mendatang. Pemberantasan korupsi, di empat sektor tersebut diharapkan dapat mengerek indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang pada 2019 meraih skor 40 poin. Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron empat sektor yang menjadi fokus pihaknya, yakni pemberantasan korupsi di sektor bisnis, politik, […]

lbqd53p4

Jakarta, TabloidPendidikan.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat sektor yang menjadi fokus selama empat tahun mendatang. Pemberantasan korupsi, di empat sektor tersebut diharapkan dapat mengerek indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang pada 2019 meraih skor 40 poin.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron empat sektor yang menjadi fokus pihaknya, yakni pemberantasan korupsi di sektor bisnis, politik, aparat penegak hukum (APH), serta pelayanan publik.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron

“KPK tetapkan empat fokus area KPK, yaitu korupsi di sektor bisnis, korupsi di sektor politik, korupsi yang dilakukan APH, dan korupsi pada pelayanan publik,” kata Ghufron dalam kegiatan penandatanganan kontrak kinerja pejabat KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Ghufron meyakini pemberantasan korupsi di empat sektor tersebut dapat meningkatkan IPK Indonesia. Ghufron menyatakan, pimpinan KPK Jilid V telah menargetkan IPK Indonesia meningkat menjadi 45 poin pada 2024.

“Maka KPK mendorong indeks itu lebih tinggi, sehingga berkontribusi pada capaian CPI menjadi 45 di tahun 2024 nanti,” katanya.

Di samping empat sektor itu, Ghufron menyatakan KPK juga akan tetap berpacu pada lima kebijakan presiden dalam menjalankan tugasnya. Lima agenda itu, yakni pembangunan SDM, infrastruktur, dan penyederhanaan regulasi. “Termasuk di dalamnya omnibus law, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi,” katanya.

Lebih jauh, Ghufron mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, KPK menetapkan dua sasaran strategis yaitu memaksimalkan uang yang dikorupsi ke negara melalui mekanisme asset recovery dan peningkatan IPK Indonesia. Untuk mencapai dua sasaran itu, Ghufron memastikan, KPK akan tetap menjalankan tugasnya menindak praktik korupsi, termasuk melalui operasi tangkap tangan (OTT).

“Tetap akan melakukan upaya hukum tapi orientasinya pengembalian uang negara, Hal ini tentu bukan berarti KPK akan menghapus OTT, tidak akan menghapus tangkap tangan sebagai salah satu cara melakukan tugas penindakan. KPK akan tetap melakukan tindakan hukum termasuk upaya penangkapan tangan tersebut,” katanya.

Dengan orientasi pada pemulihan kerugian keuangan negara, Ghufron menyatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani pencucian uang hasil korupsi. Tim ini diharapkan dapat memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara yang telah dikorupsi. [BS]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.