Pergaraman tempo dulu,Adopsi Inovasi Teknologi modal dasar melangkah ke depan

Pergaraman tempo dulu,Adopsi Inovasi Teknologi modal dasar melangkah ke depanby Tabloid Pendidikan Onlineon.Pergaraman tempo dulu,Adopsi Inovasi Teknologi modal dasar melangkah ke depanOleh : Djoko Tribawono Surabaya,Global Nusantara.Net – Kehidupan manusia tidak bisa dipisah dari garam misal penyedap makanan bahan pengawet alami digunakan untuk cairan infus,campuran sabun ,sampoo. bahan kosmetik,Budidaya garam mulai dilirik setelah bisnis sekarang mulai merebak di kalangan masyarakat pesisir.Buku food in history menuliskan bahwa manusia mulai memproduksi garam pada zaman neolitikum manusia hidup menggunakan […]

lbqd53p4

Oleh : Djoko Tribawono

Surabaya,Global Nusantara.Net – Kehidupan manusia tidak bisa dipisah dari garam misal penyedap makanan bahan pengawet alami digunakan untuk cairan infus,campuran sabun ,sampoo. bahan kosmetik,Budidaya garam mulai dilirik setelah bisnis sekarang mulai merebak di kalangan masyarakat pesisir.Buku food in history menuliskan bahwa manusia mulai memproduksi garam pada zaman neolitikum manusia hidup menggunakan peralatan batu asah pertanian menetap peternakan dan pembuatan tembikar keramik yang terbuat dari tanah liat

Ir.H Djoko Tribawono,M.Si sedang menyampaikan materi dalam acara Semiloka dan Rapat Kordinasi Himpunan Masyarakat Petambak Garam(HMPG) Jawa Timur

Kemudian pada zaman Milenium awal sebelum masehi diperkirakan garam mulai diproduksi secara massal waktu itu bangsa Mesir Cina dan Persia mulai memproduksi garam dengan cara menguapkan air laut dengan panas matahari menjadikan air yang mengandung garam (cara ini cocok bagi daerah dingin karena tidak memungkinkan penguapan dengan panas matahari garam yang tertinggal pada masa pada wadah masak dapat dikerok) dan melakukan

Zaman Yunani kuno Plato menggambarkan garam sebagai sesuatu yang dicintai para dewa masa Romawi kuno harga garam sangat mahal para pekerja dan tentara 3D digaji dengan salarium atau garam. Indonesia memiliki sekitar 11 wilayah produksi garam yaitu Pati,Rembang,Demak ,Indramayu, Cirebon, Sampang,Pamekasan ,Pasuruan ,Jeneponto, Bima, Kupang

Dalam pada waktu itu industri garam nasional berasal dari garam rakyat tradisional untuk kemudian diproses menjadi garam briket untuk bahan pengawet dan keperluan industri .Garam halus atau garam meja dan sangat halus bahan baku hujan buatan serta makin bersih dan baik kualitasnya dihasilkan di Sentra garam Cirebon,Pati Rembang ,Gresik ,Madura ,Bima dan Jeneponto

Produksi garam rakyat berjalan Selama musim kering atau kemarau secara efektif Kurang lebih 3 sampai 3 sampai 6 bulan dalam kaitan ini satu setengah bulan sebelumnya untuk masa persiapan produksi.Kendala peningkatan mutu kualitas maupun kuantitas produksi garam rakyat antara lain

1.Mutu air laut sebagai bahan baku pembuatan garam

2.Kepemilikan atau penguasaan lahan terbatas makin sempit dan Katakanlah dan garam kecil

3.Bersaing dengan penggunaan lahan yang produktif empat musim hujan panjang dan curah hujan tinggi pada waktu tertentu 5 biaya produksi semakin tinggi di saat harga gas yang di saat harga garam rakyat.

4.Musim hujan panjang dan curah hujan tinggi pada waktu tertentu

5.Biaya produksi semakin tinggi di saat harga garam rakyat awal tahun 2012 misalnya terjadi permasalahan Gareng yakni krisis garam Karena produksi nasional tidak memenuhi kuota kebutuhan

Ir.H Djoko Tribawono,M.Si sedang menyampaikan materi dalam acara Semiloka dan Rapat Kordinasi Himpunan Masyarakat Petambak Garam(HMPG) Jawa Timur

Ir.H Djoko Tribawono,M.Si sedang menyampaikan materi dalam acara Semiloka dan Rapat Kordinasi Himpunan Masyarakat Petambak Garam(HMPG) Jawa Timur

Namun demikian petanda Tambak garam Terus berupaya memperoleh informasi teknologi pembuatan garam yang terus berkembang.Adopsi adalah proses mental dalam mengambil keputusan menerima atau menolak ide baru adopsi dalam penyuluhan perikanan pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses penerimaan Inovasi  atau perubahan perilaku berupa pengetahuan sikap maupun keterampilan seseorang.

Para Nara Sumebr dalam Semiloka dan Rakor HMPG Jawa Timur

Para Nara Sumebr dalam Semiloka dan Rakor HMPG Jawa Timur

Teknologi pembuatan garam mengapa pembuatan garam dilakukan sebuah kegiatan dengan dua lantai yaitu tradisional atau alami kedua teknik semi intensif atau menambah ulir Mengapa pembuatan garam ada dua cara karena peningkatan produksi garam akan menambah langkah tradisional mengalami proses membutuhkan waktu yang lama hasil tidak begitu memuaskan atau standar butuh tempat yang luas dibutuhkan banyak tenaga sedangkan proses penambahan ulir atau teknik semi intensif proses lebih cepat hasil lebih banyak dan berkualitas tidak membutuhkan lahan luas juga tidak membutuhkan banyak tenaga.

Peserta Semiloka dan Rakor HMPG Jawa Timur

Peserta Semiloka dan Rakor HMPG Jawa Timur

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.