Peluncuran Kaos LokMil NiniKake Paelan Warnai Semarak Nyadhar Pertama

Peluncuran Kaos LokMil NiniKake Paelan Warnai Semarak Nyadhar Pertamaby Tabloid Pendidikan Onlineon.Peluncuran Kaos LokMil NiniKake Paelan Warnai Semarak Nyadhar PertamaSumenep, Warga desa Pinggirpapas melakukan nyadhar pertama. Nyadhar merupakan kekayaan tradisi masyarakat petani garam Desa Pinggir Papas untuk menghormati para leluhurnya. Nyadar dilakukan di sekitar komplek makam Syekh Anggasuto di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Syekh Anggasuto dipercaya merupakan orang yang pertama kali menemukan cara pembuatan garam di Sumenep. Ritual Nyadhar di awali dengan nyekar […]

lbqd53p4

Sumenep, Warga desa Pinggirpapas melakukan nyadhar pertama. Nyadhar merupakan kekayaan tradisi masyarakat petani garam Desa Pinggir Papas untuk menghormati para leluhurnya. Nyadar dilakukan di sekitar komplek makam Syekh Anggasuto di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Syekh Anggasuto dipercaya merupakan orang yang pertama kali menemukan cara pembuatan garam di Sumenep. Ritual Nyadhar di awali dengan nyekar berlanjut dengan doa besama para sesepuh.

IMG-20180728-WA0003Ada pemandangan yang menarik dari Nyadhar pertama yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Pinggirpapas, Sumenep, di Desa Kebundadap, Jumat (27/7/18).

Dalam nyadhar pertama ini, komunitas Paelan resmi meluncurkan kaos LokMil (lokal millenial) dengan ciri khas kebudayaan Pinggirpapas.

Lauching ditandai dengan enam design bertemah LokMil Girpapas berkebudayaan. Adapun enam kaos itu berdesain, ninikake kesetaraan dalam tanggung jawab, ninikake asli Pinggirpapas, komaran, kaso lakona berkat hasella, lakona lakone, dan Nyadhar tanah paelan.

Pembina Paelan, Anwar memaparkan, hal ini merupakan tanda tumbuh kembang kreatifitas anak muda Pinggirpapas, meski tinggal di luar daerah masih menyempatkan diri menebar kearifan budaya kita melalui sarana kaos dan lain sebagainya, hal ini menunjukkan bahwa dimana pun berada kita bisa tetap satukan hati dan pikirian untuk memberi kontribusi.

Anwar, menambahkan, “Nyadhar bukan hanya budaya leluhur yang harus dilestarikan sebagai bentuk ungkap syukur dan kenang jasa pada leluhur kita, melainkan juga media silaturrahim antar keluarga dan antar desa karena kita menginap ditempat warga di desa lain meski sebenarnya kita bisa menyiapkan semua perangkat di desa kita (Pinggirpapas) sendiri seiring dengan kemajuan transportasi yang kini ada”.

“Muda, Kreatif dan Mandiri itu saya kira harus jadi karakter anak-anak muda yang kini dipelopori oleh Komunitas PAeLAN”, tegas, Anwar yang juga asli putra Pinggirpapas.

Penanggung jawab program kaos LokMil, Beye mengatakan tujuan pembukaan stand dan peluncuran kaos lokmil untuk kembali menumbuhkan cinta pada nilai-nilai lokal, “Melalui sarana kaos kami ingin menyebarkan kearifan budaya lokal kepada generasi muda sehingga tumbuh rasa cinta pada nilai-nilai lokal dan terus merawatnya sebagai suatu kekayaan budaya”.

“Kedepannya kami berkomitmen untuk terus mengkampanyekan nilai-nilai lokal madura, sehingga untuk edisi-edisi kaos selanjutnya lokalitas madura menjadi konsen kami dalam menjalankan bisnis kaos ini, ” imbuh,  beye di area stand kaos LokMil, di Desa Kebundadap.

Sekedar informasi, Nyadhar dalam setahun dilakukan tiga kali berturut-turut dengan rentang waktu satu bulan berselang. [an/by]

Mandiri

banner (800 x 164)

Tradisi_pemuda (800 x 270)

Author: 

Tabloid Pendidikan Plus, saat ini hadir sebagai Tabloid Pendidikan Online, dengan Slogan : " Portal Berita Pendidikan Online Yang Mendidik."

Related Posts

Comments are closed.